Minggu, 08 Februari 2015

Dalam Wajahmu

dalam setiap jengkal parasmu,
adalah kesyahduan tak terbendung.
aku memimpikan dirimu,
ketika kita lena bersenandung.

takkan terganti setiap tatapmu
dalam kalbu yang menguntai asmara.
jangan lagi kau buat aku kaku,
dengan bisikanmu yang menggetar lara.

mengapa kau ciptakan setiap rindu,
dalam setiap jemari dan langkah yang kebetulan?
jawablah tanyaku itu.
atau, apakah ini adalah sebuah jalan?

jangan kau untai tanya dalam tiap bisikmu.
jangan kau untai tanya dalam tiap tatapmu.
apalagi genggammu.
karena aku masih hijau. Kau tahu?

08-02-2015/22.28 WIB

Tidak ada komentar:

Posting Komentar